Jakarta-

DPR termasuk Anda untuk memanggil perwakilan PT Istaka Karya (Lost), PT Asset Management Company (PPA) dan PPA (PT Assit Management Company) untuk pemasok yang tidak dibayar ke Istaka Karya. Total utang yang belum dibayar mencapai 780 miliar rupee dari sekitar 179 pemasok.

Wakil presiden komite Kongres mengatakan dia marah dengan masalah ini. Bertemu VI hari ini dengan para korban Bumn Istaka Karya (Perkobik) di gedung parlemen Indonesia.

“Jujur, saya antusias, marah, membaca dan marah. Andre mengatakan dalam audiensi publik di Senyan di parlemen Indonesia di pusat Jakarta (24/02/2025).

Andre mengatakan pertemuan itu akan diadakan pada hari Rabu. Perwakilan BUMN, PPA, kurator dan bank habara akan bertemu pemasok yang belum dibayar.

Pada waktu itu, politisi Gerrindra bersikeras bahwa dia sedih ketika dia mengetahui kecelakaan itu. Dia juga menyesali bahwa meskipun duduk di parlemen pada periode sebelumnya, dia tidak tahu bahwa penjual belum dibayar oleh Istaka Karya.

“Sayangnya, saya telah membaca dengan sedih. Apakah Anda menjadi anggota DPR yang tidak tahu periode kemarin? Kami harus melaporkan prosedur kebangkrutan kami untuk membela ayah kami dari awal menandakan prosedur kebangkrutan.”

Namun, RDPU antara Cordialis, bersama dengan Kamar Perwakilan VI, dilakukan pada tahun 2023 dengan rekomendasi formasi PANJA. Korban Istaka Karya juga menjanjikan solusi dari Komisi VI.

Sementara itu, presiden VI DarMati Durlantry telah memberikan simpati kepada para korban. Memberikan data yang diperlukan untuk kubus kubik sehingga DPR dapat mengikuti.

“Kami memiliki hati seorang pria yang menyakitkan dan menyakitkan, seorang pengusaha, orang kecil dan banyak komite adalah pengusaha dan menyadari bahwa mereka telah menyeberang setiap hari dan kata Dramatadi.

Sementara itu, presiden Bekpikik Bambang Susilo bersikeras bahwa ia menulis surat kepada Menteri Erick Thohir Dozzz, tetapi tidak menerimanya. Dia menyatakan harapan untuk beberapa proyek bahwa negara bertanggung jawab atas pemasok dan diselesaikan.

Bambang berkata: “Sekali lagi, harapan kita harus untuk semua tuan Tuhan. Kami mengirim lusinan surat ke sumber itu bahkan jika kami belum pernah menerima Bumn, “kata Bambang. (ILY/RRD)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *