Jakarta –
Untuk mengenang ‘Hari Penyakit Tropis Dunia (NTD)’ atau ‘Hari Penyakit Tropis Global’, Kementerian Kesehatan Indonesia (CHENX) telah menerbitkan informasi tentang distribusi penyakit di negara ini. Salah satu penyakit tropis yang diabaikan adalah kusta.
Direktur Penyakit dan Kontrol Menular Kementerian Kesehatan Indonesia. Anna Agista Astorini, MKM, mengatakan Indonesia berada di peringkat ketiga dalam mencari kusta baru hingga 2021, dengan total 57676 kasus. Foto ini berada di bawah India (107.851) dan Brasil (22.773).
“Untuk 2021, kusta memiliki 12.795 kasus baru.
“Masalahnya sebagian besar pria, wanita adalah 4.579 kasus, maka ada dua nilai atau kecacatan, sekitar 5,75 persen,” katanya.
Anna menambahkan bahwa Indonesia memiliki jumlah kusta tertinggi pada anak -anak dan kelompok dewasa. Berikut ini adalah daftar: East Nosa Tangara (NTT) solice tanghasolovici tangosulosoloskopi breitorosolosi itaramalatapua tangauko bba pupu bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa bartapawa
Kementerian Kesehatan juga telah mencoba mengatasi masalah kusta di Indonesia, seperti pencegahan, pemantauan, dan preferensi administrasi untuk prosedur perawatan yang tepat.
“Dalam beberapa kasus, kasing adalah area yang sangat luas yang dapat kami berikan POPM (untuk pasokan besar obat -obatan resistensi),” kata Dr. Anna.
Kementerian Kesehatan mendorong diskriminasi kusta untuk memberikan diskriminasi pada ‘perangko’ negatif.
“Skandal ini memiliki dampak yang sangat besar, sulit untuk menemukan skandal dan kasus diskriminasi. Orang -orang (orang dengan kusta) disembunyikan, tidak ingin membuka, tidak ingin minum obat, sehingga perawatan dapat dihentikan.” . Video “Life Life, Skinzer yang menderita kusta untuk keluarga” (NAF/KNA).