Harlah ke-26, Garda Bangsa Gelar Festival Dai TikTok

goyalorthodontics.com – Jakarta – DKN Garda Bangsa diselenggarakan oleh Tiktok Festival dan kompetisi pengaturan video dalam konteks ulang tahun ke -26 (Harlah).

Presiden Partai Nasional The Awakening of DPP (PKB) Abdul Muhaimin Isseradar sangat berterima kasih dan bangga melihat kualitas dan potensi misionaris muda yang dilakukan di festival terakhir Dai Tictok pada hari Sabtu (22 Maret) DKN Garda.

Baca juga: Hot, Tommy Kurniawan mengatakan pemegang nasional PKB siap bertarung

“Saya bangga, bersyukur, dan lebih optimis ketika saya melihat masa depan Indonesia. Semua model komunikasi dan presentasi materi sangat buruk, banyak varian yang banyak, Malaj menunjukkan varian dari deskripsinya, Java juga sangat pandai menunjukkan Jawa mereka, kata Gus Muchaimin di PKB DPP DPP DPP.

Menteri Koordinasi Kementerian Pengiriman memiliki pesan kepada semua peserta festival yang sulit sehingga saya bisa membaca highlight. Karena pengetahuan membaca horizon akan terus dipertahankan, dan tidak bisa menjadi misionaris yang luar biasa.

Baca Juga: Siap Menginstal PKB, Garda Bangs: Jika Seseorang Khawatir, Kami kewalahan

“Satu -satunya cara untuk menjadi lebih unggul untuk menjadi lebih unggul untuk membacanya. Jangan pernah berhenti membaca. Banyak orang tidak punya waktu untuk membaca kualitas seperti itu,” katanya.

“Saya yakin bahwa kenyal saat ini akan mengatasi festival Dai Tiktok Garda Bangsa ini). Kondisi ini adalah terus membaca,” tambah Gus Muhairmin.

Baca Juga: Pertahanan Nasional: Kami akan menjadi partai yang tidak populer

Festival Tiktok, yang diadakan sebagai bagian dari 26 negara Harlah Tasyakur, memiliki partisipasi peserta cacat.

Para pemenang di Festival Tiktok adalah Muhammad Agung Perman (Medan), Dea habati (Garut) dan Najla Aura Kasih (Jember).

Affre, salah satu peserta dalam pembentukan penjaga negara karena dia memberikan kesempatan dan kesetaraan yang sama untuk setiap peserta.

“Saya tidak berharap untuk menang, saya hanya ingin menunjukkan bahwa kecacatan mampu dan potensial mirip dengan mereka yang tidak cacat,” kata Aff.

“Tolong dukung, karena banyak orang menilai seperti saya sebagai mata di sana. Meskipun kami memiliki potensi yang sama, kami dapat bekerja,” tambahnya.

Dia juga mendorong para penyandang cacat untuk muncul.

“Untuk teman -teman seperti saya, jangan takut, kita masih berbicara. Mari kita menciptakan lingkungan yang komprehensif, harmonis, bersatu, dan tidak kompeten,” kata Affre.

Dia juga menghadiri Acara Ketua DKN Garda, Banga Tommy Kurniawan, Sekretaris Jenderal DKN Garda, Bangs Rodli Kaili, anggota Majelis Nasional PKB Indonesia, kemudian Hadrian Irfani, serta banyak administrator dan tukang kebun. (*/Jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *