goyalorthodontics.com, Tangangang – Open University (Out) Alokasi dana RP40 miliar untuk mendukung implementasi penelitian dan layanan masyarakat (PKM) pada tahun 2025.
Dana diberikan kepada dosen, personel pendidikan, siswa diploma, siswa dan pascasarjana.
Baca Juga: Prime, Langkah Holding Universitas Terbuka Langsung dari Jepang
Skema penelitian yang ditawarkan oleh penelitian yang bersaing (siswa, manajer pemula, dasar, fungsional dan pengembangan), penelitian penelitian dan kolaborasi penelitian dengan mitra domestik dan asing, seperti OU5, ICE Institute dan Brin.
“Sebagai universitas pengajar, pusat pembelajaran, dan akan kuat jika diperkuat oleh hasil penelitian yang baik serta layanan masyarakat yang baik,” kata Rektor Universitas Terbuka (UT), Dr. Mohamad Yunus, S.S., antara lain, dalam kegiatan tahunan untuk mengirimkan penelitian sosial dan layanan terbuka (PKM).
Baca Juga: Koordinar Universitas Terbuka dengan UI Buka Program Karier Baru
Oleh karena itu, secara aktif mempersiapkan para peneliti muda untuk memperkuat bidang penelitian.
Para peneliti yang terlibat dalam tingkat nasional dan lebih tinggi, internasional.
Baca Juga: Siswa dari 7 Negara Belajar Universitas Terbuka Melalui Program Binar 2024
“Kami secara konsisten mempersiapkan siswa muda dalam penelitian, langkah demi langkah,” katanya.
Universitas terbuka juga aktif dalam penelitian kerja sama Indonesia (RKI) dan Layanan Kerjasama Masyarakat Indonesia (PMKI), yang memprakarsai 24 State University of Law Entities (PTNBH).
Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat penelitian sosial dan kemampuan layanan, serta belajar dari praktik PTNBH lainnya.
Sebagai jenis dokumentasi dan pemahaman di luar -Academic Society, LPPM meluncurkan katalog inovasi dan layanan untuk negara untuk tahun 2024.
Ada 40 karya inovasi terpilih dalam katalog, yang terdiri dari 10 produk penelitian ilmiah, 10 produk dari kegiatan PKM dan 20 produk penelitian inovasi.
“Karya -karya ini adalah hasil dari proses penelitian dan dedikasi yang dilakukan selama tahun 2024, yang mencerminkan kewajiban untuk produksi solusi inovatif dan efektif untuk publik,” kata Ketua Institute of Research and Community Service (LPPM) keluar Profesor Drag. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D.
Menurutnya, kegiatan tahunan untuk mengimplementasikan Community Research and Service Treaty (PKM) dan Sancaya Battle Innovation Award dengan penelitian inovasi mereka dan pemberdayaan masyarakat terhadap emas Indonesia.
Tindakan tersebut mengkonfirmasi kewajiban untuk berinovasi dan bantuan nyata untuk mendorong publik melalui penelitian dan layanan.
“Kami selalu merekomendasikan proposal yang baik untuk diserahkan. Untuk tahun ini kami telah menerima 550 proposal dengan dana RP32,8 miliar lengkap, dan jika ada penelitian tentang PTJJ (Pendidikan Tinggi Jarak Terbuka) itu akan segera diperlakukan, karena kami ingin melakukan keterampilan dalam pendidikan jarak jauh,” katanya.
Sebanyak 550 proyek disetujui. Dosen PKM melewati 384 dan dapat dilakukan di mana pun dalam hal pelayanan masyarakat.
“Untuk PKM internasional ada 10, kami fokus pada daerah perbatasan Indonesia, dan selalu ada daerah, misalnya di Timor Read, perbatasan Filipina dan Malaysia,” jelasnya.
PKM nasional untuk desa target juga meningkat tahun ini. Jika ada sebanyak 58 program yang sebelumnya tersebar, itu meningkat kali ini menjadi 70.
“Ini didasarkan pada pengamatan teman di mana daerah tersebut dianggap dapat memberikan panduan,” kata Dewi Artati.
Sementara itu, Sancaya Anuueurah Battlefield diberikan kepada staf peneliti dan layanan masyarakat yang telah menilai kontribusi yang tidak biasa untuk produksi inovasi dan otoritas sosial.
Tahun ini, 5 Sancaya Battle Awards merilis tim yang menciptakan produk inovatif dan memiliki dampak positif pada lingkungan dan masyarakat.
“Penelitian sosial dan kegiatan layanan adalah bagian integral dari penugasan keluar untuk berkontribusi pada pengembangan negara. Melalui penelitian dan inovasi, kami berkomitmen untuk mendukung realisasi emas Indonesia 2045,” kata Prefek Mohamad Yunus.
Keluar terus mendorong dosen dan siswa untuk secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan penelitian dan PKM, baik sebagai kursi maupun karyawan.
Dengan dukungan pendanaan, itu optimis bahwa ia dapat menghasilkan lebih banyak karya inovasi yang menguntungkan bagi publik.
PLT Wakil -Kanselir 1 Keluar Rahmat Budiman S.S., M. Hum., PhD, menekankan bahwa salah satu lembaga tersier adalah dosen penelitian. Oleh karena itu, berfokus pada kualitas penelitian, bukan hanya kuantitas.
“Langkah ini juga untuk meningkatkan peringkat,” Rahmat juga telah menyelesaikan Vice -chance IV. (ESY/JPNN)