goyalorthodontics.com, Jakarta -Asosiasi Lulusan (IKA) dari Fakultas Sosial dan Politik, Universitas Kristen Indonesia (UKI) mendorong polisi untuk menyelidiki kasus mati dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Kenzakh Uonevngko. Polisi diminta untuk bekerja secara profesional dan segera mengungkapkan para pelaku yang diduga keterlibatan dalam insiden tragis.
Presiden ICA Fisipol UII, Marlene Sitmopul, mengatakan polisi harus segera menangkap semua penjahat yang diduga memukuli siapa yang menyebabkan kehilangan siswa.
BACA JUGA: Siswa UKI terbunuh di kampus, polisi segera menyelidiki penyebab kematian
“Polisi harus bertindak cepat untuk menangkap pemukulan bersalah yang menyebabkan kematian fakultas ilmu sosial,” kata Marlen ketika dia menghubungi Jumat (7/3).
Marlen menekankan bahwa tindakan kriminal ini tidak boleh ditoleransi, terutama dengan bukti dalam bentuk video yang beredar di jejaring sosial. Menurutnya, keberadaan pendaftaran harus memfasilitasi polisi untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Baca juga: Sejarah Arsenal -culptures di Liga Champions, Artet tetap sederhana, fokus pada trofi
“Negara kita adalah aturan hukum. Oleh karena itu, hukum harus dikonfirmasi sebanyak mungkin.
Selain dorongan polisi, Ika Fispol UII juga meminta Rektor UKI untuk tidak aktif untuk menyelesaikan kasus ini. Indeks Marlen, Direktur seharusnya tidak hanya menunggu proses hukum, tetapi juga harus mengambil tindakan yang kuat terhadap siswa yang ditampilkan seperti yang ditunjukkan.
Baca juga: Patung Sejarah Jakarta Pettamin Enduro, Tren 10 Winning Falls
“Direktur harus mengambil langkah -langkah yang menentukan, termasuk masalah siswa yang terlibat dalam kekerasan ini,” tambahnya.
Selain itu, Ika Fisipol UKI juga meminta berdasarkan UKI dan Rektor untuk segera mengevaluasi sistem keamanan kampus. Marlen menekankan kelemahan kampus, sampai insiden tragis ini dapat terjadi.
“Sistem keselamatan kampus harus dievaluasi dengan cermat. Kejadian ini menunjukkan bahwa keselamatan kampus tampaknya tidak berhasil dan mengabaikan tindakan kriminal. Ini bukan pertanyaan yang sepele karena menyangkut kehidupan siswa,” katanya.
Sebelumnya Kenzakha Valeunko (22), seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISPOL), UKI, meninggal karena pemukulan yang dibuat oleh sejumlah guru lainnya. Kejadian ini terjadi di motor kampus UKI, Cawang, Jakarta Timur, pada hari Selasa (4/3) sekitar pukul 20:00.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, insiden itu dimulai ketika korban berkumpul dengan teman -temannya. Diduga ada perselisihan antara korban dan beberapa guru mahasiswa hukum, yang kemudian menyebabkan pemukulan.
“Pada waktu itu, korban secara tidak sengaja berkomunikasi dengan teman -temannya. Tiba -tiba ada siswa FG yang merasa tersinggung oleh kata -kata korban, kemudian perkelahian terjadi,” kata seorang siswa yang menolak ditunjuk pada hari Kamis (6/3).
Menurut sumber itu, korban dipukuli, dikencangkan dan dipukul dengan benda tumpul. Konflik juga merusak pagar kampus. Salah satu nama yang disebutkan dalam kejadian ini adalah Thomas, yang diketahui bahwa ia adalah seorang mahasiswa pada tahun 2014, tetapi kemudian memiliki pemutih sebelum kembali ke pelatihan aktif pada tahun 2023.
Sementara itu, Kepala Polisi Krahata Jati, Common Rusith Malak, mengkonfirmasi keberadaan siswa UKI yang mati. Namun, dia tidak bisa lagi mengungkapkan penyebab kejadian ini.
“Kasus ini sedang berlangsung ke metro Jakarta timur,” katanya sebentar. (tan/jpnn) Lihat! Editor Video:
Baca artikel lain … Kilian Mbapp, berharap patung historis dalam kenyataan