JPN..com – Senearing – Gubernur Java Tengah (Jawa Tengah) Ahmed Latfi menanggapi proposal untuk menghormati pahlawan nasional atas nama kakek kakek presiden, yang disebut Mas Margono Yojadicomo.
Lutfi sepenuhnya mendukung proposal pendiri Bank Negara Bagian Indonesia (BNI), yang dinominasikan oleh Pahlawan Nasional. Sekarang proposal telah mencapai Jawa Tengah, Benomas Regency.
BACA JUGA: Presiden Prabo telah mendorong warga negara untuk memiliki rekening bank dan literasi keuangan telah meningkat.
Setelah pertemuan penuh di markas DDD Markas Besar Kepala Jawa, Senin (3/24), gubernur Java Lotfi Tengah mengatakan: “Oh, saya sangat senang bahwa kami akan mendukungnya nanti.”
Perlu diingat bahwa proposal tersebut berasal dari Jawa Timur (Jawa Timur), yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Benomas (Pamakab), Pemerintah Kabupaten Benomas di Margono.
Baca juga: Pengamat: Cek TNI menjadi ancaman peringatan terhadap perbaikan pemerintah Prabo
Menurut Menteri Sosial Sifulla Yusuf, yang akrab dengan tiang Gus Eye, RM Margono Jojo Jojovadiusuyoimo dapat menerima gelar pahlawan nasional.
“Ini sangat mungkin dan dalam proses ini. Awalnya dari Jawa Timur, proposalnya, sekarang memasuki Bupati Benomas, kemudian diterapkan di daerah -daerah ini, diserahkan ke pedesaan, langsung ke Kementerian Sosial,” kata Goss Ipel di Probero, Sabtu (1/2).
Baca juga: Puluhan ribu anggota akan hadir oleh Garyb Jia Milad, Undang Prabo Presiden
Seiring waktu, Asosiasi Benoma Elite (Serolngami) juga menyarankan agar ia bekerja sama dengan para ahli dan sejarawan.
Langkah ini dilakukan dengan melakukan seminar di Fakultas Biologi Universitas Soderman (3/20), pada hari Selasa (18/3) dan UTC Semeering, Kamis (3/20).
Sekarang proposal ini hanya menunggu rekomendasi Pemerintah Kabupaten Benomas untuk menghadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pimproof) oleh Pemerintah Kabupaten Benomas.
RM Margono dikenal dalam perjuangan untuk kemerdekaan, ekonomi dan pendidikan Indonesia.
Selain menjadi pendiri BNI, seorang pengusaha visioner di periode kolonial dan pelopor pendidikan modern untuk penduduk setempat.
Buddy Ulato, Volkshad dan RM Security Margono JoJojadujijaujiimo juga menjadi dasar proposal. (WSN/JPNN)