goyalorthodontics.com, Jakarta -Police menangkap orang 47 -tahun dalam seorang pria 47 tahun di Bacas City Bantar Gabang karena mengabaikan proposal dukungan yang meriah (melempar).
Dalam sebuah pernyataan kepada Jakarta pada hari Jumat, Kasat Rsmeter Metro Bacasi, Campole Binuser, Hatongon Sienturi, mengatakan bahwa S -cape, Sukabumi, ditangkap pada hari Kamis.
Baca: Sanksi PTDH untuk petugas polisi yang terlibat di Kepulauan RIU di III.
Dijelaskan ketika acara dimulai pada hari Senin (17/3) ketika kemitraan kegiatan Ramzan meminta proposal untuk uang kemitraan.
“Dia datang ke perusahaan bersama rekan -rekannya, tetapi proposal itu tidak memberikan uang untuk membuat para penjahat marah dan mengancam penjaga keamanan.”
Baca selengkapnya: Nikita Mirz dan asisten menangkap kasus yang menjijikkan
Dia mengatakan para penjahat juga mengatakan dia adalah pahlawan di TKP (TKP), Sikivool, dan ingin bertemu dengan manajemen perusahaan dan, jika tidak diizinkan, jalan di sekitar perusahaan ditutup.
“Undang -undang itu dicatat oleh seorang penjaga keamanan teman dengan periode 12 -detik,” katanya.
Baca lebih lanjut: Kapan Nikita Mirzani harus diperiksa karena kasus menjijikkan yang mencurigakan?
Pada akhirnya, penjaga keamanan membuat proposal dari para penjahat dan memberi tahu kepemimpinan perusahaan, yang memberi tahu polisi.
Dia juga menambahkan bahwa penjahat dan rekan mereka telah berbagi lusinan proposal untuk perusahaan di sekitar Bunter Gabag.
“Menurut pernyataan S, uang dari proposal digunakan untuk mendukung kegiatan operasional organisasi di bawah Ramzan.”
Dia menambahkan bahwa S dituduh dalam Pasal 368, Jo. Pasal 53 KUHP dan Pasal 535 KUHP, bekerja dengan ancaman kekerasan terhadap kejahatan kekerasan atau mengancam hingga sembilan tahun penjara.
Memfilmkan video viral di media sosial Instagram, dibagikan oleh akun @striyarate_bax, sebelumnya bercanda oleh tim keamanan.
Dalam video itu, dugaan penjahat berkata, “Pahlawan berurutan. Saya ingin bertemu bos Anda, jika tidak, ada banyak publisitas, saya ingin menutup ini.” (Antara/jpnn)