goyalorthodontics.com, Jakarta – Kepala Departemen Lembaga Layanan Universitas (Lldlikti) IV, Dr. Lukman, S.T., M.Man, bersama dengan 7 pekerja pada hari Selasa, mengunjungi Universitas Kristen Maranatha (3/25).
Layanan di wilayah LLCL untuk sementara diarahkan ke kampus Maranatha untuk memfasilitasi percepatan posisi akademik guru di kantor IV.
Juga, baca: Rektor baru dibuka, Maranatha membawa harapan besar ke Universitas Kristen
Lukman bertemu dengan lebih dari seratus guru Maranatha untuk memperkenalkan persyaratan untuk guru dan pemimpin, dan tiga puluh guru layak untuk diusulkan sebagai profesor.
Kuliah bergegas untuk mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk mempercepat kepemimpinan posisi akademik.
Juga, Baca: Menangkan Guru Menjelaskan Prinsip Dominus Lit, dapat menyebabkan monopoli hukum
Kelompok LDDLIC IV dalam kegiatan ini memberikan konsultasi individu dan dukungan administratif kepada guru.
Lukman menekankan komitmen bahwa proses mempromosikan posisi akademik dengan cepat dan efektif.
Baca Juga: Asn Guru, Guru dan Tender, Kebijakan Pemerintah Terakhir untuk Karier Monk
“Jika perlu, kami akan membuang hari ini,” Dr. Lukman.
Kanselir Universitas Kristen Maranatha, Prof. France Datta, M.App.sc., Doktor Filsafat, mengatakan ia berharap kesempatan ini dapat dimaksimalkan oleh para guru.
Maranatha sepenuhnya didukung oleh Christian Higher Education Foundation (YPTKM), Pusat Pembangunan, Pusat Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur.
Mausiya, Mananatha, Ivan Santosa, S.T., M.Kom, Ketua Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat dari M.Kom.
Menurutnya, langkah ini sangat berguna untuk mempercepat posisi akademik guru dan meningkatkan kualitas universitas IV di lldlikti.
Implementasi kegiatan hari ini akan menjadi tiga puluh empuk untuk mempromosikan posisi akademik dan rencananya akan menjadi kelompok berikutnya yang memfasilitasi guru yang menganggur lainnya.
“Akan ada sekelompok berikutnya berikutnya.”
Anggi Sukiwanti, S.E. Umar Urik Maulaa, S. Kom., Lldlikti IV.
Omar, kelompok manajemen tingkat universitas, mengusulkan untuk memperkuat tim kepemimpinan untuk mendukung para guru dan perawatan kafung. (ESY / JPNN)