Mendikdasmen Ungkap Banyak Guru Bahasa Inggris Tingkat Kemahirannya Rendah

goyalorthodontics.com, Jakarta-Mendikdasmen (Mendikdasmin) Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pendekatan “pembelajaran mendalam”, yang merupakan metode pembelajaran yang diakui, signifikan dan menyenangkan.

“Kami sangat bersemangat tentang pendekatan ini, dan kami bertujuan untuk membantu siswa berkembang di dimensi ke -8 profil siswa Indonesia. Agama, empati, pemikiran kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi aktif, kuat dan efektif.” Asia -Pasifik Asia -kepemimpinan Pasifik

Baca Juga: Pengabdian Bahasa Inggris Cambridge Untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Inggris Indonesia

Forum dengan tema “Growing Together: Strong in A World of Change” adalah forum bagi para pembuat kebijakan, akademisi dan pemimpin pendidikan yang membahas tidak hanya kemampuan guru-guru wilayah Asia-Pasifik tetapi juga meningkatkan pendidikan bahasa Inggris.

Menteri Pendidikan menegaskan bahwa teknologi komunikasi Inggris adalah kunci kunci dunia.

Baca Juga: Kompetisi yang Tepat untuk Kompetisi Bahasa Inggris Nasional 2024 SLTA

“Meningkatkan keterampilan siswa Inggris akan membuka lebih banyak peluang untuk memperluas pembelajaran, akses ke informasi dan pengetahuan budaya.”

Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian Pendidikan telah menyelesaikan pengembangan berkelanjutan pertama untuk guru bahasa Inggris. Menurut hasil evaluasi, banyak guru masih pada tingkat teknologi menengah.

Baca juga: Ypi Al Azhar memperluas kerja sama dengan Cambridge.

Oleh karena itu, kementerian bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris dengan meningkatkan teknologi guru ke tingkat CEFR B2 dan C1.

“Saya yakin bahwa forum ini akan menyebabkan diskusi yang dinamis, membawa ide -ide baru, dan memperkuat kerja sama dalam meningkatkan pendidikan bahasa Inggris.”

Dalam kasus yang sama, Paul Colbert, direktur pelaksana Cambridge University Press dan penilaian, membuat bahasa Inggris dari pendidikan dasar hingga topik paksa dari Indonesia dan Kamboja.

Indonesia juga mengundang peserta forum untuk menciptakan momentum untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi untuk menciptakan lebih banyak peluang untuk belajar dan pertumbuhan.

Mu’ti berterima kasih kepada Cambridge University Press, yang menutup pintu dan berkontribusi pada pengembangan pendidikan bahasa Inggris Indonesia.

“Terima kasih atas dedikasi Anda untuk meningkatkan kemampuan guru bahasa Inggris Anda melalui metode pembelajaran yang lebih menyenangkan.”

Forum ini adalah bukti dedikasi Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris untuk siswa dan staf.

Kami berharap bahwa kerja sama yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan dan mitra internasional akan siap untuk generasi muda Indonesia untuk menghadapi tantangan global di masa depan. (ESY / JPNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *