goyalorthodontics.com, Kupang – Di Prefgar (NTT) Fraud, dan kasus bantal yang disebut penyesuaian Hironin, polisi ditangkap.
“Tersangka ditangkap di Jakart selatan,” kata Henry Novila Chandra, komisaris NTT, di Chandra Kupang pada Sabtu sore.
Baca juga: 273 Siswa UMTS menjadi korban penipuan, miliaran biaya kuliah mengambang, wow!
Henry mengungkapkan bahwa penulis berjanji proyek untuk membangun bendungan Benko di North Timor Regency Company dan membela Oeltuan di Kabupaten Kupang.
Menurut Henry, keberhasilan penangkapan ini adalah hasil kerja keras tim selama tiga hari untuk menemukan keberadaan tersangka di Jakarta.
Baca juga: Hati -hati dengan penipuan! Pintu memanggil komunitas untuk menambah kewaspadaan
“Unit TPO Tim NTT POLDA yang dipimpin oleh AKP Yance Yauri Kadian, dengan tim TPO Barreskirim, berhasil menangkap tersangka tanpa perlawanan,” katanya.
Diduga Hironimus Adda Pudia Hans, bersama dengan rekannya Sarlin M. Asban alias Serlin, mengklaim penipuan terhadap pengorbanan sulus, yang memerintahkan proyek pembangunan untuk dua bendungan di NTT.
BACA JUGA: Polisi Pekanbar menangkap Nigeria WNA sehubungan dengan penipuan
Cara dia menggunakan klaim bahwa dia adalah anggota anggota parlemen yang memiliki akses ke tender di Kementerian PUPR.
Penipuan ini terjadi pada Januari 2020. Di salah satu hotel kota Kupang. Selama pertemuan, para tersangka dapat meyakinkan para korban secara bertahap mengajar uang dengan 275 juta rps untuk melobi proyek untuk melobi komite lelang.
“Sertifikat pengiriman untuk akun yang dicurigai akan menjadi fondasi yang kuat dalam penyelidikan kasus ini,” katanya.
Menurut para peneliti, Henry mengumpulkan berbagai bukti, termasuk akun surat kabar tersangka dan persediaan uang. Selain itu, tujuh saksi diperiksa dalam kasus ini.
Dua tersangka, yaitu Sarlina M. Asban dan Hironimasus Adj, ditunjuk dicurigai dalam prosedur investigasi, yang ditunda untuk satu tersangka dalam pemilihan DPR RI.
“Kasus ini adalah masalah penundaan yang sekarang menyelidiki akhir hukum,” tambahnya.
Saat ini, tersangka tiba di Kupang pada hari Sabtu (1/3) sore ini, dan ketika ia tiba di Kupang, tersangka ditangkap di Pusat Kepolisian Regional NTT untuk lebih banyak prosedur hukum.
“Kami meminta warga untuk lebih berhati -hati daripada atas nama proyek pemerintah dan melaporkan apakah mereka menemukan referensi untuk kejahatan serupa,” tambah pemimpin PR itu. (Antara/jpnn)