BTN Terapkan Tokenisasi DIRE Berbasis Teknologi Blockchain

goyalorthodontics.com, Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) telah menjadi pelopor aset properti di Indonesia melalui Dana Investasi Investasi Real Estat (Die) Blockchain.

Skema ini dimungkinkan melalui kerja sama BTN dengan Reliance Group dan D3 Labs sebagai penyedia teknologi blockchain untuk tokenisasi aset digital.

Baca juga: BTN akan memenangkan harga untuk pemenang Risiko 2024 di Thailand

Sebelumnya, BTN juga dicatat sebagai pelopor dalam pengamanan aset yang dikenal sebagai Kik-EBA (perjanjian investasi kolektif dengan efek aset).

Direktur manajemen risiko Setiyo Wibowo mengatakan BTN mendukung inovasi teknologi di sektor keuangan melalui aset digital tokenisasi.

Baca Juga: Wacana Pajak Industri Cryptovice Rp798,84 miliar untuk pengembangan ekonomi digital

Tujuan bahwa lebih banyak investor memiliki akses ke investasi real estat, baik untuk domestik maupun di luar negeri.

“BTN akan memberikan aset properti yang masih aktif sebagai debitur BTN dan memenuhi kriteria untuk menjadi mendasar.

Baca Juga: Bangun Jalan Tol Bayung Lencir-Temino, “Sig Hapak Bett

Sementara itu, ketentuan produk yang menjengkelkan telah lama dikeluarkan sejak 2017 sesuai dengan Peraturan OJK 64/POJK.04/2017 tentang dana investasi di bidang real estat dalam bentuk kontrak investasi kolektif.

Di luar negeri, alat ini dikenal sebagai Trust Investment Investment Trust (REIT).

Lembaga yang dikeluarkan oleh Dire akan mendapatkan sejumlah manfaat, yaitu dana baru untuk mendukung ekspansi bisnis, insentif pajak dan perubahan aset yang tidak likuid untuk cairan.

Sementara itu, investor yang berinvestasi dalam Dire juga akan memiliki sejumlah manfaat, termasuk investasi alternatif di sektor properti yang sangat terjangkau, perlindungan inflasi dan transparansi.

Berdasarkan data di situs web KSI, hanya enam produk putus asa yang dirilis di pasar modal domestik.

Penerimaan blockchain untuk aset keuangan digital tokenisasi telah sangat besar dalam beberapa tahun terakhir karena pasar sangat likuid dan efisien.

Tokenisasi Dirre di pasar global, Tigran melanjutkan, pada bulan September 2023 pertumbuhan cepat $ 178 juta atau sekitar 90% dari posisi 2022 tumbuh.

Pertumbuhan ini didukung oleh penerapan teknologi blockchain, yang membuka akses ke peluang investasi baru dan memberikan peluang untuk laboratorium D3, bersama dengan BTN dan bergantung pada penangkapan peluang ini.

“Kami ingin membantu lembaga layanan keuangan untuk mengembangkan inovasi dan layanan produk mereka dengan lebih memilih keamanan, transparansi, dan tanggung jawab,” kata Tigran.

Pengembangan Tokenisasi Dire akan dilakukan melalui karantina atau percobaan dengan OJK yang dilakukan oleh Reliance Group dan D3 Labs.

“Dalam hal ini, investor akan membeli die yang ditawarkan oleh Reliance Group dan unit yang berpartisipasi mereka akan dikonversi menjadi chip digital oleh D3 Labs untuk memperluas pasar ke luar negeri,” jelas Setiyo. (Chi/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *