OJK Siapkan Aturan ETF Berbasis Aset Digital, CEO Indodax Merespons Begini

JPNNC.com, Otoritas Jasa Keuangan Jakarta-Indonesia (OJAKES) ditinjau menggunakan Dana Pertukaran Dana Berbasis Crypt (ETF).

Tujuan dari tahap ini adalah untuk menyediakan alat investasi yang lebih berbeda dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Jembatan Crypttu dan Triplfi’s World, Union Chenn Launt Zin

ETF ditujukan untuk menyelesaikan pada tahun 2025 dan memberikan keamanan hukum untuk memberikan keamanan bagi para pemain industri dan investor.

ETF berbasis crypto adalah alat investasi untuk mendapatkan akses ke investor untuk mengakses properti cryptu tanpa membeli dan menyimpan.

Baca Juga: Perbedaan dalam Mata Uang Bit dan Bitcoin ini

Dengan ATF, investor dapat memperdagangkan properti crypto seperti di bursa saham, seperti reksa dana yang terdaftar di bursa saham, dapat memberikan akses yang lebih mudah dan aman ke investor yang berbeda.

Studi ini adalah untuk memastikan bahwa aturan dan penggunaan ETF berbasis crypto dapat mengurangi risiko sifat cryot dari volatilitas tinggi properti.

Baca Juga: Industri Crypto Dicabut oleh Rp 139 Triliun, Indooks Rp 490,06 miliar Kontribusi

CEO Inadodoks Oscar Mahchearem menyambut inisiatif Ojake untuk merancang aturan kriptu ETF ini.

Menurutnya, ATF Crypto memiliki kemampuan untuk menyelesaikan bagi investor yang ingin berpartisipasi dengan aset dan regulator digital dan dengan regulator.

Langkah Ojake sangat positif untuk membawa aturan cryptu OTF. Jika aturan ini ditunjuk dengan benar, Indonesia mana yang dapat masuk dengan lingkungan.

Oscar menilai bahwa peningkatan jumlah investor menunjukkan peningkatan peningkatan saluran sebagai cara untuk bertukar investasi.

Dengan peraturan ETF untuk diterapkan, akan optimis bahwa pasar crypto Indonesia untuk banyak jenis investor akan meningkat dan menarik.

“Sangat menarik untuk mengadopsi properti crypto di Indonesia. Jika aturan ini diterapkan dengan benar, kami menjelaskan tempat tersebut.

Dengan meningkatnya kondisi pasar dan industri inisiatif reguler untuk memperkenalkan ATAF Capto, industri real estat digital akan lebih stabil, inklusif, inklusif, dan menarik bagi investor. (Chi / jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *