goyalorthodontics.com, Distrik Karawang – Salah satu tersangka pelaku kendaraan bermotor yang meninggal di Kabupaten Kerawang, salah satu dari empat orang yang berpartisipasi dalam penganiayaan terhadap dua orang yang menyerah kepada polisi.
Di kantor polisi Karawang, Kepala Hubungan Masyarakat IPDA Solikhin mengatakan empat penganiayaan terhadap kendaraan bermotor yang menyerah pada A, W dan RA, yang menyerah pada inisial semua orang, adalah dua pelaku.
Baca I: Sukurin, pencuri sepeda motor terperangkap di langit -langit penduduk
Empat Karawang menyerahkan polisi regional dan mengakui bahwa dua pelaku di desa Tanjungsari, Karawang, Tanjungsari, mengalahkan pencurian kendaraan bermotor.
Dari insiden itu, dugaan kematian pencuri, keluarga korban membuat laporan polisi tentang kasus penganiayaan.
Baca I: Siswa UNO terbunuh di kampus, polisi segera menyelidiki penyebab kematian
Otoritas mengatakan polisi akan terus menyelidiki kasus -kasus pencurian penganiayaan dan pencurian kendaraan bermotor.
Solikhin mengingatkan bahwa orang -orang tidak boleh bangun dan ingin segera memberi tahu polisi kepada polisi.
Baca juga: Mladic, yang diduga dianiaya, meninggal dalam solusi Semarang.
Sementara itu, dua orang yang dicurigai melakukan pelaku kendaraan bermotor memobilisasi massa, dan satu meninggal setelah ditangkap di desa Tanjungsari di wilayah cilbar di Jawa Barat.
Salah satu pelaku akhirnya meninggal karena cedera serius di rumah sakit.
Kejadian ini, K pertama dengan pengorbanan, sepeda motor dua orang yang tidak dikenal ke jalan dari teras jalan menuju jalan dimulai sekitar pukul 13:00.
Pengorbanan, yang melihat insiden itu, berteriak beberapa kali untuk menarik perhatian penduduk setempat, “pencuri sepeda motor,” teriaknya.
Dua pelaku panik dan mencoba melarikan diri dari sepeda motor, tetapi mereka kehilangan kendali dan jatuh.
Warga berkumpul untuk melanjutkan area beras. Setelah berhasil menangkap kedua pelaku, massa membawa mereka ke tepi jalan dan segera mencoba kit, batu, dan kekerasan lainnya.
Di kerumunan yang menilai pelaku dan sirkulasi video, ada dua pegawai negeri yang terlatih yang berpartisipasi dalam kekerasan terhadap dua pelaku.
Untungnya, anggota unit investigasi kriminal dan kantor polisi Serbia Pedes segera setelah menerima laporan. Petugas polisi segera menyediakan dua tersangka pelaku dan menerima rumah sakit regional Karawang untuk menerima perawatan medis.
Namun, salah satu pelaku, KSFS (21), Hamlet, Desa Dongkal, daerah Pedes Dongkal meninggal karena cedera serius. R pertama (25) dan rekannya masih selamat dan mengalami perawatan intensif.
Hasil Polisi Investigasi menawarkan sejumlah besar bukti, termasuk dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam pencurian, satu polisi T 3050 dan saklar T terbang. (Antara / jpnn)
Baca artikel lain … Bupati Riuh Chevatatats di Jaya, seseorang, meninggal, lusinan yang terluka