goyalorthodontics.com, Jakarta – National Amil Ak Kat Agency (Bajnas) berhasil menangani program Santri, yang memberdayakan kota (SMD) sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan ekonomi desa yang berkelanjutan.
Acara ini termasuk 60 siswa dari 12 tempat tinggal Islam di 12 distrik Jawa dan lima provinsi Sumatra.
Baca Juga: Ratusan Bisnis Makanan dan Barista Santri, Gus Yasin: Upaya untuk Mengurangi Kemiskinan
IKLAN
Program ini ditangani oleh bagian Program Ekonomi Pedesaan (DPEP) dan bertujuan untuk melengkapi siswa dengan keterampilan dalam pertanian dan peternakan hewan.
Baca juga: Penerimaan Anggota Polry 2025, lebih banyak peluang untuk Santry dan Hafeez
“Program ini memasuki hari ke -10. Para siswa tinggal bersama Bajnas mempromosikan petani dan petani selama sekitar dua minggu. Mereka bukan hanya Dawa, tetapi menurut pengalaman langsung dengan pertanian dan peternakan hewan.”
Siswa ditempatkan di 12 poin Bajnas untuk belajar tentang ternak, makanan, kesehatan ternak, pengelolaan limbah dan budidaya padi organik.
Baca Juga: Memperkuat Pendidikan Santry, Langkah untuk Indonesia EMA 2045
Selain itu, ia menerima studi tentang AK Kat, Infaq, mengemis dan agama dan ibadah.
Saaha mengatakan pilihan lokasi didasarkan pada potensi produksi ternak dan praktik pertanian terintegrasi, dengan mempertimbangkan dukungan infrastruktur seperti pabrik pemrosesan kompos.
Akses lokasi merupakan faktor penting dalam memastikan efektivitas program ini.
“Bajnas masih berkomitmen, sehingga program ini menawarkan manfaat luas tidak hanya untuk siswa tetapi juga untuk petani tetapi juga petani yang telah membuktikan kualitas produk mereka dan petani yang dipromosikan.”
Melalui program Santry yang memberdayakan kota, Santri berharap untuk meningkatkan kebebasannya untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang maju dan berkelanjutan di kota Bajnas Ri. (JLO/JPNN)